Gorontalo – Dosen Program Studi Peternakan berkolaborasi dengan dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Pelatihan Pemanfaatan Jerami Jagung Menjadi Silase Pakan Komplit Untuk Sapi Potong. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Batuloreng, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, Rabu (2/9/2026), mulai pukul 08.00 WITA.
Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui tema “Pengembangan Ternak Skala Rumah Tangga untuk Ketahanan Pangan Keluarga”. Program diarahkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada petani dan peternak dalam meningkatkan pengelolaan usaha sapi potong sekaligus mengoptimalkan sumber daya pertanian yang tersedia di tingkat desa.
Kolaborasi antara bidang Peternakan dan Agribisnis menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan tersebut. Pendekatan Peternakan digunakan untuk memperkuat aspek manajemen pemeliharaan dan penyediaan pakan sapi potong, sedangkan pendekatan Agribisnis memberikan pemahaman mengenai aspek ekonomi usaha ternak. Dengan demikian, peternak tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai cara memelihara ternak dan membuat pakan, tetapi juga didorong untuk melihat usaha sapi potong sebagai kegiatan ekonomi rumah tangga yang perlu dikelola secara efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Ir. Muhammad Mukhtar, S.Pt., M.Agr.Sc., dosen Program Studi Peternakan sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Selanjutnya, Kepala Desa Batuloreng Awin K. Poiyo memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Mukhtar menjelaskan bahwa Desa Batuloreng memiliki potensi yang sangat mendukung penerapan teknologi pakan berbasis jerami jagung. Hal ini karena sebagian masyarakat desa merupakan petani jagung yang pada saat bersamaan juga memelihara sapi potong. Kondisi tersebut membuka peluang penerapan sistem pertanian dan peternakan yang lebih terpadu, di mana hasil samping pertanian dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber pakan ternak.

Pemanfaatan jerami jagung dinilai semakin relevan terutama ketika peternak menghadapi keterbatasan hijauan pada musim kemarau. Jerami jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi silase pakan komplit sehingga memiliki nilai guna yang lebih tinggi sebagai sumber pakan sapi potong. Teknologi tersebut juga memungkinkan peternak menyiapkan cadangan pakan yang dapat disimpan dan dimanfaatkan ketika ketersediaan hijauan segar menurun.
Kepala Desa Batuloreng Awin K. Poiyo menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Gorontalo, khususnya dosen Program Studi Peternakan dan Agribisnis, atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan jerami jagung yang selama ini cenderung kurang dimanfaatkan setelah panen.
Pemerintah Desa Batuloreng berharap pengetahuan dan teknologi yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif di tingkat rumah tangga maupun kelompok peternak. Pemanfaatan potensi pertanian desa sebagai sumber pakan dinilai dapat mendukung pengembangan sapi potong sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri dosen Program Studi Peternakan, yaitu Dr. Ir. Muhammad Mukhtar, S.Pt., M.Agr.Sc.; Dr. Ir. Srisukmawati Zainudin, M.P.; Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.P., IPU.; Dr. Ir. Muhammad Sayuti M., S.Pt., M.Si., IPM.; dan Dr. Syahruddin, S.Pt., M.Si. Sementara dari Program Studi Agribisnis hadir Haris Singgili, S.Pt., M.Si. dan Ramlan Mustafa, S.P., M.Si. Kegiatan juga diikuti petani dan peternak Desa Batuloreng serta mahasiswa peserta KKN Tematik Universitas Negeri Gorontalo.
Penguatan Manajemen Pemeliharaan Sapi Potong
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi manajemen pemeliharaan sapi potong oleh Dr. Ir. Muhammad Sayuti M., S.Pt., M.Si., IPM. Materi ini menjadi bagian penting dalam kegiatan karena keberhasilan usaha sapi potong tidak hanya ditentukan oleh jumlah ternak yang dipelihara, tetapi juga oleh penerapan manajemen pemeliharaan yang baik.

Melalui materi tersebut, peternak diberikan penguatan pemahaman mengenai pentingnya mengelola sapi potong secara terencana agar ternak dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pemeliharaan sapi adalah ketersediaan pakan yang cukup dan berkelanjutan. Karena itu, manajemen pemeliharaan kemudian dihubungkan dengan kebutuhan peternak untuk memiliki alternatif penyediaan dan penyimpanan pakan, khususnya menghadapi kondisi musim kemarau.
Silase Pakan Komplit sebagai Alternatif Penyediaan Pakan
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Syahruddin, S.Pt., M.Si. dengan topik “Silase Pakan Komplit”. Peserta diperkenalkan pada konsep pengolahan bahan pakan melalui fermentasi sehingga bahan yang tersedia pada saat melimpah dapat diawetkan dan dimanfaatkan sebagai cadangan pakan.

Dalam kegiatan ini, jerami jagung menjadi bahan dasar utama yang diperkenalkan kepada masyarakat. Pemilihan jerami jagung didasarkan pada potensi lokal Desa Batuloreng sebagai wilayah yang memiliki aktivitas usaha tani jagung. Dengan pengolahan yang tepat, jerami jagung yang sebelumnya dipandang sebagai sisa produksi pertanian dapat dimanfaatkan menjadi sumber pakan bagi sapi potong.
Silase pakan komplit menjadi salah satu alternatif yang relevan untuk mengatasi persoalan ketersediaan pakan yang tidak selalu stabil sepanjang tahun. Selain memungkinkan bahan pakan disimpan untuk digunakan kemudian, teknologi ini juga mendorong peternak untuk lebih efektif memanfaatkan sumber daya lokal dan limbah hasil pertanian.
Melalui pengolahan jerami jagung menjadi silase, kegiatan pertanian dan peternakan dapat saling mendukung. Tanaman jagung menghasilkan bahan pangan dan hasil utama pertanian, sementara jeraminya dapat kembali dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak. Pola tersebut diharapkan dapat mengurangi bahan yang terbuang sekaligus memperkuat integrasi usaha tani dan ternak di tingkat rumah tangga.
Agribisnis Perkuat Pemahaman Ekonomi Usaha Sapi Potong
Tidak hanya menekankan aspek teknis pemeliharaan dan teknologi pakan, kegiatan pengabdian ini juga memberikan perhatian pada aspek ekonomi. Haris Singgili, S.Pt., M.Si., dosen Program Studi Agribisnis, menyampaikan materi mengenai analisis usaha ternak sapi potong.

Kehadiran materi agribisnis menjadi penting agar peternak memahami bahwa penerapan teknologi pakan juga memiliki keterkaitan dengan efisiensi pengelolaan usaha. Pengeluaran untuk penyediaan pakan merupakan salah satu komponen yang perlu diperhatikan dalam usaha sapi potong. Karena itu, kemampuan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar peternak berpotensi membantu pengelolaan biaya usaha sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sumber daya lokal.
Melalui pendekatan analisis usaha, masyarakat diarahkan untuk mulai melihat hubungan antara biaya yang dikeluarkan, penerimaan dari usaha ternak, serta pendapatan yang diperoleh. Pemahaman sederhana mengenai aspek tersebut diperlukan agar peternakan skala rumah tangga dapat berkembang dari pola pemeliharaan tradisional menuju pengelolaan usaha yang lebih terencana.
Kolaborasi dosen Peternakan dan Agribisnis dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan peternakan masyarakat memerlukan pendekatan yang terintegrasi. Teknologi yang baik perlu dibarengi dengan kemampuan pengelolaan usaha agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi rumah tangga peternak.
Peternak Praktik Langsung Membuat Silase Berbasis Jerami Jagung
Setelah rangkaian penyampaian materi dan diskusi, peserta diarahkan mengikuti praktik pembuatan silase pakan komplit. Pada sesi ini, petani dan peternak tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi turut melihat dan mengikuti secara langsung tahapan pengolahan jerami jagung menjadi pakan silase.

Praktik langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami proses pembuatan pakan secara lebih konkret. Dengan pendekatan tersebut, teknologi yang diperkenalkan diharapkan lebih mudah dipahami, ditiru, dan selanjutnya dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
Pemanfaatan jerami jagung menjadi perhatian utama karena bahan tersebut relatif tersedia di lingkungan masyarakat Desa Batuloreng. Selama ini, sebagian jerami jagung setelah panen belum memberikan nilai ekonomi yang optimal. Melalui pengolahan menjadi pakan, bahan tersebut dapat memperoleh nilai guna baru dan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pakan sapi.
Kondisi musim kemarau juga semakin menegaskan pentingnya masyarakat memiliki pengetahuan mengenai teknologi penyimpanan pakan. Ketergantungan sepenuhnya terhadap hijauan segar dapat menjadi kendala ketika produksi rumput menurun. Dengan adanya silase pakan komplit, peternak memiliki alternatif untuk menyiapkan pakan pada saat bahan tersedia melimpah dan menggunakannya pada saat dibutuhkan.
Dorong Sistem Peternakan Rumah Tangga yang Lebih Berkelanjutan
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk silase pada saat pelatihan, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap potensi yang tersedia di lingkungan mereka. Jerami jagung yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat ditempatkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai dalam sistem usaha peternakan.
Melalui integrasi usaha tani jagung dan sapi potong, terdapat peluang untuk membangun sistem usaha rumah tangga yang lebih efisien. Hasil samping tanaman dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara usaha ternak dapat memberikan tambahan sumber pendapatan bagi keluarga. Pola tersebut sejalan dengan semangat pengembangan ternak skala rumah tangga dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.

Kegiatan ditutup dengan diskusi, penyerahan hasil produk silase pakan komplit, dan dokumentasi bersama. Setelah pelaksanaan pelatihan, program direncanakan tetap dilanjutkan melalui pendampingan dan monitoring, termasuk melihat perkembangan proses fermentasi serta pembukaan silase setelah mencapai waktu fermentasi yang ditentukan. Rencana tindak lanjut ini penting untuk memastikan masyarakat tidak hanya memahami proses pembuatan, tetapi juga mampu mengevaluasi hasil silase yang telah dibuat.
Melalui kolaborasi dosen Peternakan dan Agribisnis UNG, kegiatan pengabdian di Desa Batuloreng diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani dan peternak dalam mengelola sapi potong, menyediakan pakan secara lebih berkelanjutan, serta memanfaatkan potensi lokal secara produktif. Dalam jangka panjang, penerapan teknologi silase pakan komplit berbasis jerami jagung diharapkan dapat mendukung efisiensi usaha, produktivitas ternak, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan keluarga di Desa Batuloreng.
Coaching Praktek Kerja/Magang Mandiri MBKM Semester Genap TA 2024/2025