Mahasiswa Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan program Magang Mandiri Berdampak di tiga provinsi di Pulau Sulawesi, yakni Gorontalo (UPTD Pembibitan Ternak Wonggahu), Sulawesi Tengah (UPTD Pembibitan Ternak Sidera Palu), dan Sulawesi Utara (PT BSB Charoen Pokphand Wilayah Manado). Program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Kampus Berdampak yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar kampus melalui praktik langsung di dunia usaha dan dunia industri peternakan.

Gambar Pembekalan Mahasiswa Peserta MBKM Berdampak dari LPMPP
Sebelum pelaksanaan Magang, mahasiswa yang menjadi peserta terlebuh dahulu dibekali pemahaman tentang Program Magang Mandiri Berdampak dari Abdulrahim Maruwae, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Pusat MBKM UNG. Dalam penyampaiannya, Abdulrahim menyatakan terdapat beberapa kewajiban yang harus dipenuhi mahasiswa dalam program ini yaitu memenuhi ketentuan akademik dan administratif, menyusun rencana dan target pembelajaran, melaksanakan kegiatan magang secara disiplin dan profesional, menjaga nama baik perguruan tinggi, melakukan pelaporan dan dokumentasi kegiatan, dan berkoordinasi dengan pembimbing.
Koordinator Magang Mandiri Berdampak Dr. Ir Sri Sukmawati Zainuddin menyatakan selama pelaksanaan magang, mahasiswa ditempatkan pada berbagai unit usaha peternakan, mulai dari peternakan sapi potong, kambing, hingga ayam. Mereka terlibat dalam kegiatan manajemen pembibitan dan penetasan, pemeliharaan ternak, formulasi dan evaluasi pakan, pengendalian penyakit, manajemen reproduksi, pencatatan produksi ternak secara terstruktur, hingga pemasaran. Di Gorontalo, mahasiswa fokus pada penguatan manajemen usaha kambing dan ayam melalui pembibitan dan penetasan ayam KUB, pemeliharaan ternak kambing dan ayam, teknologi pakan fermentasi dan perbaikan sistem rekording produksi. Pendampingan ini membantu peternak meningkatkan efisiensi pakan dan pertambahan bobot badan ternak. Sementara itu, di Sulawesi Tengah, mahasiswa melakukan magang yang terkait sapi potong, dengan focus utama adalah penerapan teknologi reproduksi Inseminasi Buatan (IB). Di Sulawesi Utara, kegiatan magang difokuskan pada pengembangan usaha ternak ayam potong. Mahasiswa melakukan magang dan latihan persiapan kandang sebelum DOC masuk kandang, penanganan DOC, biosekuriti, formulasi pakan, dan pemasaran hasil ternak guna meningkatkan nilai tambah produk.

Gambar Penerimaan Mahasiswa Peserta Magang Berdampak 2026 di PT BSB Charoen Pokphand Manado
Koordinator Program Studi Peternakan UNG Dr. Ir. Suryaningsih Djunu menyampaikan bahwa program Magang Mandiri Berdampak ini tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik dan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter adaptif, profesional, dan siap kerja. Selain itu, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan sektor peternakan di wilayah Sulawesi.

Gambar Penerimaan Mahasiswa Peserta Magang Berdampak 2026 di UPTD Wonggahu
Program Magang Mandiri Berdampak ini dilaksanakan selama 6 bulan (Januari-Juni 2026) sejak persiapan hingga evaluasi pelaksanaan. Melalui pelaksanaan Magang Mandiri Berdampak ini, UNG terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia unggul sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Coaching Praktek Kerja/Magang Mandiri MBKM Semester Genap TA 2024/2025